Archive for Juli 2014
Membuat DHCP
Protocol DHCP
DHCP
(Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protocol yang berbasis arsitektur
client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu
jaringan. Sebuah jaringan local yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan
alamat IP kepada semua computer secara manual. Jika DHCP dipasang dijaringan
local, maka semua computer yang tersambung di segmen jaringan tertentu
mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Disamping alamat ip
address, beberapa perameter lain yang dapat diberikan oleh dhcp, seperti
default gateway dan DNS server.
1. Instalasi Paket
DHCP
-
Menginstal paket DHCP3-Server
#apt-get
install dhcp3-server
Konfigurasi
dhcp3-server berada pada nano /etc/dhcp/dhcpd.conf” lalu ubah script yang ada sesuai dengan kebutuhan seperti gambar
dibawah ini :
Jika selesai
simpan dengan menekan ctrl + x, pilih “Y” untuk menyimpan dan tekan enter.
Kemudian aktifkan
interfaces DHCP server dengan menetikkan perintah nano /etc/default/isc-dhcp-server” kemudian
aktifkan eth yang diinginkan.
Jika selesai
simpan dengan menekan ctrl + x, pilih “Y” untuk menyimpan dan tekan enter.
Restart
isc-dhcp-server dengan perintah /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
1.
Uji coba DHCP-Server
Pengujian
dilakukan melalui network. Pastikan computer client sudah terhubung dengan
computer server. Pengujian dapat dilakukan melalui system operasi linux maupun
system operasi windows. Berikut di lakukan pada system operasi windows 7
-
Pastikan terlebih dahulu ip
client kosong seperti dibawah ini
-
Kemudian pastikan kabel lan
sudah terhubung ke server dhcp dan periksa apakah sudah terbentuk ip-address
secara otomatis.
Cara Mengatasi Masalah Pesan Error “Bootmgr is Missing” di Windows 7
Komputer adalah serangkaian hardware yang bersinergi menciptakan sebuah sistem yang terintegrasi dengan software di mana keduanya kemudian menjadi sebuah kombinasi perangkat hidup yang mampu mengerjakan suatu tugas dengan kemampuan tak terbatas melebihi kemampuan penciptanya; manusia.
Salah satu pesan error yang acap kali ditemukan oleh pengguna komputer Windows 7 adalah error Bootmgr is Missing, error ini disebabkan oleh crash software dan tidak berhubungan dengan hardware komputer, jadi cara terbaik mengatasi error jenis ini adalah dengan menggunakan DVD Windows 7 atau menggunakan System Repair Disc.
Berikut ini adalah cara terbaik mengatasi error Bootmgr is Missing yang dapat saya rekomendasikan:
- Masuk ke System Recovery Option dengan menggunakan DVD Windows 7 atau dengan cara restart komputer dan tekan F8 selama beberapa detik hingga muncul layar pilihan Advanced Boot Option – Repair Your Computer – Startup Repair.
- Kemudian pilih Startup Repair. [Menggunakan DVD Windows 7]
- Secara instan komputer akan memulai proses analisa masalah sekaligus mengatasinya. Jika proses ini telah selesai, Anda diminta untuk melakukan restart komputer. Jika setelah restart ternyata error Bootmgr is Missing masih Anda temukan, maka coba step selanjutnya.
- Jalankan tool Command Prompt
- Ketikkan C: dan tekan Enter
- Kemudian ketikkan cd boot dan tekan Enter sekali lagi.
- Terakhir ketikkan secara bergiliran kode perintah berikut ini, selalu tekan Enter pada setiap kode perintah
bootrec /FixMbr
bootrec /FixBoot
bootrec /RebuildBcd
Sekarang keluarkan DVD Windows 7 Anda dan restart komputer sekali lagi, setelah melakukan langkah terakhir di atas maka dipastikan error Bootmgr is Missing tidak akan Anda temukan lagi. Semoga berhasil, ikuti langkah secara perlahan, saya yakin masalah Anda akan selesai.
Membuat PC Router
Berikut
langkah-langkahnya :
1. Pastikan
anda pada partisi root
- Cara
pertama :
1. jika anda login sebagai user maka ketikkan su
kemudian enter dan masukkan passwordnya dan jika berhasil maka akan tampil
seperti gambar berikut.

- Cara
kedua :
Atau
Jika komputer anda pertama kali booting maka langsung isikan dengan mengetikkan
perintah root lalu
enter dan masukkan password rootnya
2. Membuat
konfigurasi IP
- Ketikkan
perintah berikut # nano
/etc/network/interfaces
- Ketikkan
perintah berikut :
-
auto
eth0
-
iface
eth0 inet static
-
address 10.10.10.54
-
netmask 255.255.255.0
-
network 10.10.10.0
-
broadcast 10.10.10.255
-
gateway 10.10.10.254
-
-
auto
eth1
-
iface
eth1 inet static
-
address
10.10.11.54
-
netmask
255.255.255.0
Atau seperti contoh
gambar berikut :
CATATAN
: eth1 nanti itu untuk gateway client
sedangkan eth0 itu uda menjadi ip server
sedangkan eth0 itu uda menjadi ip server
-
kemudian simpan dengan menekan ctrl + x, pilih ya dengan
menekan tombol “Y” untuk menyimpan data lalu enter
3. Mengaktifkan
IPV 4
- Ketikan
perintah berikut # nano /etc/sysctl.conf
- Cari
dan hilangkan tanda pagar (#) pada baris Net.ipv4.ip_forward=1
Seperti gambar berikut :
-
kemudian simpan dengan menekan ctrl + x, pilih ya dengan
menekan tombol “Y” untuk menyimpan data lalu enter
4. Membuat
DNS Server
- Ketikkan
perintah berikut # nano /etc/resolv.conf
- Ketikkan
perintah berikut : nameserver 8.8.8.8
atau bisa juga dengan menggunakan dns yang lainnya.
- Seperti
gambar berikut :
-
Kemudian simpan dengan menekan ctrl + x, pilih ya dengan
menekan tombol “Y” untuk menyimpan data lalu enter
5. Membuat
iptables/NAT
- Ketikkan
perintah berikut # nano /etc/rc.local
- Ketikkan
perintah berikut sebelum kata exit 0
iptables –A POSTROUTING –t nat –o eth0
–j MASQUERADE
SEPERTI
GAMBAR BERIKUT..!!
-
kemudian simpan dengan menekan ctrl + x, pilih ya dengan
menekan tombol “Y” untuk menyimpan data lalu enter
setelah konfigurasi dilinux selesai
maka direstart dengan cara mengetikkan perintah berikut
/etc/init.d/networing restart
6. Kemudian
sejajarkan IP address windows dengan ip address linux yang menjadi penghubung
dengan mengkonfigurasi ip di windows seperti terlihat dibawah ini :
Seperti yang
saya bilang tadi bahwasan nya ip eth1 menjadi gateway
Jika
selesai konfigurasi seperti gambar diatas maka tes dengan perintah ping ke eth0 dan ke eth1 dari windows atau sebaliknya tes
ping dari linux ke windows jika berhasil akan menghasilkan tampilan seperti
berikut














