Archive for September 2014

Konfigurasi DNS Server {Linux Debian}

 Install paket bind9 untuk versi yang terbaru, dengan perintah #apt-get install bind9
 Memastikan paket bind9 apakah sudah terinstall dengan benar, dengan perintah # dpky –l bind9
 Mengedit script resolf.conf, dengan perintah :
# pico /etc/resolv.conf
 Mengedit script named.conf, dengan perintah:
# pico /etc/bind9/named.conf
Edit seperti dibawah ini:
};
Zone “debian.com,”{ Nama Server
Type master;
File “/var/cache/bind/db.debian”; Tempat file disimpan
};
Zone “192.in-addr.arpa”{
Type master;
File “/var/cache/bind/db.192”; Tempat file di simpan
};
 Copy file db.127 dan db.local pada directoty yang sama ,dengan perintah:
# cp db.127 db.192
# cp db.local db.debian
Lalu pindah pada directory /var/cache/bind,dengan perintah:
# mv db.192 /var/cache/bind
# mv db.debian /var/cache/bind
 Membuat file zone forward yang berfungsi untuk menerjemahkan nama ke IP Address dari zona lokalnya.dengan perintah:
# pico /var/cache/bind/db.debian
$TTL 604800
@ IN SOA debian.com. root.debian.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS debian.com.
@ IN A 192.168.1.1
www IN A 192.168.1.1
 Membuat file zone forward yang berfungsi menerjemahkan IP Address ke nama dari zona lokalnya, dengan perintah
# pico /var/cache/bind/db.192
$TTL 604800
@ IN SOA debian.com. root.debian.com. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS debian.com.
1.1.168 IN PTR debian.com.
www IN PTR debian.com.
 Merestart daemon DNS Server, dengan perintah :
# /etc/init.d/bind9 restart
Stopping domain name service . . . : bind .
Starting domain name service . . . : bind .

PROFIL SAYA













1

Nama

Bagas Adhitya

2

Bidang Keahlian

Teknik Komputer Jaringan

3

Kelurahan / Kecamatan

Tanjung Mulia

4

Propinsi

Sumatera Utara

5

Jalan

Jln.Kawat 2 Tj.Mulia No:25

6

Telepon

087868197846

7

Tanggal Lahir

09 Agustus 1998

PROFIL

Posted by Unknown

Install Mail Server dengan Courier di Debian 6.0

Posted: November 19, 2012 in Materi TKJ
Tag:
2
Cara Install Mail Server dengan Courier di Debian 6 Squeeze.

1. Menambahkan repo DVD 2
Langkah pertama yaitu menambahkan repository dari DVD 2. Masukin DVD 2 nya, terus ketik perintah ini.
# apt-cdrom add
# apt-get update
Terus keluarin lagi DVD 2 nya, dan masukkan DVD 1 kembali.

2. Install semua paket.
Langsung install sekaligus aja yah :D
# apt-get install postfix courier-imap courier-pop squirrelmail
Nanti akan muncul gambar seperti dibawah ini, pilih OK
Kemudian pilih Internet Site.
Disini isikan dengan domain kalian. Misalnya saja saya disini domainnya adalah smknrajapolah.sch.id
Pilih Yes jika muncul pertanyaan seperti dibawah ini.
Nanti di tengah-tengah proses install, kalian akan disuruh memasukkan DVD yang ke 2, masukkan saja dan tunggu hingga proses install selesai.

3. Membuat folder penyimpanan surat
Setelah instalasi selesai, sekarang saatnya proses konfigurasi. Pertama buat folder Mail tempat seluruh surat akan disimpan dengan perintah berikut :
# maildirmake /etc/skel/Maildir
4. Konfigurasi Postfix
Edit file /etc/postfix/main.cf dengan perintah berikut :
# nano /etc/postfix/main.cf
Pada baris paling bawah file tersebut tambahkan baris baru seperti ini :
home_mailbox = Maildir/
Setelah itu simpan dan tutup file tersebut.
5. Mengkonfigurasi ulang Postfix
Tahapan selanjutnya adalah tahap mengkonfigurasi ulang postfix, silahkan eksekusi perintah berikut :
# dpkg-reconfigure postfix
Akan muncul tampilan seperti saat awal instalasi, pilih OK.
Kemudian pilih Internet Site.
Disini isikan dengan domain kalian. Misalnya saja saya disini domainnya adalah smknrajapolah.sch.id

Kosongkan saja jika diminta untuk memasukkan password postmaster.
Biarkan apa adanya pada bagian ini, pilih OK.
Kemudian pilih No pada bagian Force Synchronous mail.
Pada bagian ini, di baris terakhir tambahkan 0.0.0.0/0
Selanjutnya pilih No lagi.
Biarkan apa adanya pada Mailbox Size Limit. Lanjut, pilih OK.
Langsung pilih OK saja.
Terakhir pilih ipv4 kemudian pilih OK.
4. Edit file apache
Agar Squirrelmail tampil di Web Browser ketikkan perintah berikut :
# echo "Include /etc/squirrelmail/apache.conf" >> /etc/apache2/apache2.conf
5. Buat User Baru
Buatlah beberapa user baru yang akan kalian gunakan untuk saling bertukar kirim email nanti dengan perintah berikut :
# adduser namauser
6. Restart semua servicenya
Supaya efeknya berjalan, kita harus merestart semua service-service aplikasinya :
# /etc/init.d/postfix restart
# /etc/init.d/courier-imap restart
# /etc/init.d/apache2 restart

Install Telnet Server di Debian 6 Squeeze


Telnet merupakan sebuah aplikasi yang berhubungan dengan dunia remote-remote-an di jaringan. Fungsinya sih sama saja dengan SSH, bahkan sebenarnya lebih jelek dibanding dengan SSH. Karena seluruh data yang berlalu lalang antara kedua belah pihak yang saling meremote dengan telnet tidak akan di enkripsi, sehingga mudah disadap oleh orang. Jadi saya sarankan bagi kalian, lebih baik gunakan SSH dibandingkan dengan Telnet. Lho terus buat apa dong saya memposting artikel ini? Yah, sebatas buat pengetahuan saja gapapa kan. Kali aja butuh juga suatu saat. :D

Yuk langsung saja, berikut adalah cara-cara install telnet server di Debian 6 Squeeze.

1. Masukkan DVD ke 2 dari Debian, kemudian tambahkan ke sources.list dengan perintah ini :

# apt-cdrom add

2. Setelah itu update-lah daftar repositorinya dengan mengeksekusi perintah berikut :

# apt-get update

3. Sekarang baru install telnet servernya. Ketikkan perintah berikut ini :

# apt-get install telnetd

Taraaa! Debian Squeeze kalian pun kini telah berubah menjadi sebuah telnet server. Nah, untuk meremote si Debian Squeeze ini, cobalah remote dari sisi klien menggunakan perintah telnet ipaddressserver. Misalnya telnet 192.168.1.1. Jika berhasil maka kalian akan dimintai login username dan passwordnya.

Semoga bermanfaat :)

Install dan Konfigurasi OpenVPN di Debian 6 Squeeze


Sudah agak lama juga saya tidak menulis mengenai Debian 6 Squeeze lagi. Kesibukan sebagai seorang pelajar benar-benar menyita waktu saya, dari tugas inilah itulah, huff benar-benar menguras tenaga, waktu dan pikiran. -_-

Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan pada kalian cara instalasi dan konfigurasi OpenVPN di Debian 6 Squeeze. Tapi sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu VPN. Dikutip dari wikipedia, VPN adalah Sebuah cara aman untuk mengakses local area network yang berada pada jangkauan, dengan menggunakan internet atau jaringan umum lainnya untuk melakukan transmisi data paket secara pribadi. Kalo menurut bahasa saya, VPN adalah sebuah teknik dimana kalian dapat mengakses jaringan lokal melalui Internet dengan teknologi tunneling. Seperti yang kalian ketahui, jaringan lokal kan tidak bisa diakses melalui internet bukan? Nah, dengan teknologi VPN ini, sebuah jaringan lokal ditempat lain akan dapat kalian akses jika didalam jaringan tersebut telah ditanami sebuah server VPN.

Oke, cukup untuk teorinya. Mengenai pengertian yang lain kalian dapat mencarinya di Internet kok. 

Nah, Sekarang mari kita mulai untuk instalasi dan konfigurasi OpenVPN di Debian 6 Squeeze

A. KONFIGURASI SERVER

1. Siapkan DVD 1 repositori

Siapkan DVD ke-1 repositori Debian 6 Squeeze kalian. Karena kita akan menginstall aplikasi yang dibutuhkan dari situ. 

2. Install OpenVPN


Untuk menginstalasi OpenVPN di Debian 6 Squeeze, silahkan eksekusi perintah berikut :

# apt-get install openvpn

3. Konfigurasi OpenVPN

Pada tahap konfigurasi ini, langkah-langkahnya cukup panjang. Yang pertama harus dilakukan adalah mengkopi contoh konfigurasi openvpn yang berada di direktori /usr/share/doc/openvpn/examples/ ke direktori tempat openvpn. Caranya seperti ini :

# cp -R /usr/share/doc/openvpn/examples/easy-rsa/2.0 /etc/openvpn
# cp /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/server.conf.gz /etc/openvpn


Setelah itu pindahlah ke direktori /etc/openvpn/2.0 dengan mengetikkan perintah berikut : 

# cd /etc/openvpn/2.0/

Edit file vars untuk mengganti identitas yang diperlukan openvpn saat membuat file-file sertifikat nantinya :

# nano vars

Carilah baris-baris seperti ini dibagian paling bawah file tersebut :

# These are the default values for fields
# which will be placed in the certificate.
# Don't leave any of these fields blank.
export KEY_COUNTRY="US"
export KEY_PROVINCE="CA"
export KEY_CITY="SanFrancisco"
export KEY_ORG="Fort-Funston"
export KEY_EMAIL="me@myhost.mydomain"


Kemudian gantilah yang saya tandai merah diatas menjadi sesuai keinginan kalian masing-masing :

# These are the default values for fields
# which will be placed in the certificate.
# Don't leave any of these fields blank.
export KEY_COUNTRY="ID"
export KEY_PROVINCE="JB"
export KEY_CITY="Bekasi"
export KEY_ORG="LinuxKU.com"
export KEY_EMAIL="rizalempol@gmail.com"


Simpan dan tutup file tersebut. Sekarang kita akan membuat file-file sertifikat dan file kunci yang diperlukan untuk keperluan komunikasi antara client dengan server VPN nanti. Eksekusi perintah dibawah ini secara berurutan :

# source vars
# ./clean-all
# ./build-dh
# ./pkitool --initca
# ./pkitool --server server
# ./pkitool client


Langkah selanjutnya adalah mengkopikan file-file kunci dan sertifikat untuk server yang telah kalian buat barusan ke direktori/etc/openvpn :

# cp keys/server.key /etc/openvpn
# cp keys/server.crt /etc/openvpn
# cp keys/ca.crt /etc/openvpn
# cp keys/dh1024.pem /etc/openvpn


Lalu kopikan juga file-file kunci dan sertifikat yang diperlukan untuk komputer client ke home folder milik salah satu user. Misal disini nama user saya adalah rizal, maka perintahnya adalah seperti ini :

# cp keys/client.key /home/rizal
# cp keys/client.crt /home/rizal
# cp keys/ca.crt /home/rizal


Jika kalian belum membuat user sebelumnya, silahkan ketikkan perintah berikut untuk menambahkan user baru dan memberi passwordnya juga :

# useradd -m -s /bin/false namauserbaru
# passwd 
namauserbaru

Setelah semua langkah diatas sudah kalian lakukan, sekarang saatnya untuk melakukan satu konfigurasi lagi. Yaitu dengan mengedit file /etc/openvpn/server.conf. Ketikkan perintah berikut untuk pindah ke direktori /etc/openvpn :

# cd ..

Ekstraklah file server.conf.gz dengan perintah ini :

# gunzip server.conf.gz

Apabila sudah, sekarang edit file tersebut dengan mengeksekusi perintah berikut :

# nano server.conf

Tekan CTRL + W lalu carilah kata kunci def1 sehingga kalian akan menemukan baris 

;push "redirect-gateway def1 bypass-dhcp"
Hilangkan tanda titik koma (;) didepannya, dan gantilah baris tersebut sehingga menjadi seperti ini :

push "redirect-gateway def1"

Lakukan pula hal yang sama pada baris-baris berikut yang tidak jauh berada dibawah baris ;push "redirect-gateway def1 bypass-dhcp" diatas :

;push "dhcp-option DNS 208.67.222.222"
;push "dhcp-option DNS 208.67.220.220"


Menjadi :

push "dhcp-option DNS 208.67.222.222"
push "dhcp-option DNS 208.67.220.220"

Baris : 

;client-to-client

Menjadi :

client-to-client

Dan baris :

;duplicate-cn

Menjadi :

duplicate-cn

Setelah itu simpan dan tutup file tersebut. 

4. Restart Service OpenVPN


Setelah semua konfigurasi telah selesai, sekarang restartlah service dari OpenVPN dengan perintah berikut :

# service openvpn restart

Sampai tahap ini, seluruh konfigurasi yang diperlukan di komputer Server telah selesai.

B. KONFIGURASI CLIENT

Client yang saya gunakan disini adalah Windows 7.

1. Download peralatan yang dibutuhkan

Agar client dapat terkoneksi dengan VPN server, client memerlukan beberapa software terlebih dahulu. Yaitu Winscp untuk mendownload file yang diperlukan dari server, dan juga OpenVPN GUI sebagai alat untuk pengkoneksiannya. 

Unduh WinSCP disini : http://winscp.net/download/winscp512.zip
Unduh OpenVPN GUI disini : http://swupdate.openvpn.org/community/releases/openvpn-2.2.2-install.exe

2. Ambil file client.key, client.crt, dan ca.crt

Ekstrak lah software WinSCP Portable yang barusan kalian download, lalu jalankan program tersebut. Kemudian ambillah 3 buah file client.key, client.crt dan ca.crt yang berada di direktori /home/rizal ke folder client Windows. 

Setelah dikopi, sementara biarkan terlebih dahulu ke-3 buah file tersebut, karena kita akan memerlukannya nanti.

3. Install OpenVPN GUI


Sekarang install terlebih dahulu aplikasi openVPN GUI yang telah kalian download juga tadi. Cara installnya biasa aja kok kayak install aplikasi Windows biasa.

4. Hilangkan fitur "Hide Extension for known file types" milik Windows

Langkah selanjutnya adalah untuk menghilangkan fitur penyembunyian ekstensi sebuah file yang ada di Windows. Kenapa harus kita nonaktifkan? Di OS Windows, seluruh file yang sudah diketahui ekstensinya seperti file .exe.avi, atau .mp3, ekstensinya tidak akan muncul kan? Kalian hanya akan melihat file bertuliskan Noah - Separuh Aku saja, bukannya Noah - Separuh Aku.mp3.
Nah, fitur ini akan mengganggu untuk langkah pengkonfigurasian OpenVPN GUI yang selanjutnya jika tidak dihilangkan. Oleh karena itu, kalian harus menonaktifkannya dengan cara berikut :

Buka Windows Explorer, kemudian klik Organize di sebelah kiri atas, lalu pilih Folder and Search Options.
Pada tab View, hilangkan centang pada opsi Hide Extension for known file types. Kemudian klik Ok.

Maka seharusnya sekarang seluruh file-file yang ada di Windows kalian sudah muncul ekstensinya.

5. Buat file konfigurasi OpenVPN GUI

Selanjutnya buatlah sebuah file dengan notepad bernama client.ovpn (hapus ekstensi .txt dibelakangnya dan ganti menjadi .ovpn). Didalam file tersebut kalian isikan dengan skrip berikut ini :

client
dev tun
proto udp
remote 172.16.123.88 1194 #ini adalah ip address server
key client.key
cert client.crt
ca ca.crt
auth-user-pass
persist-key
persist-tun
comp-lzo
verb 3

Simpan dan tutup file tersebut.

6. Memindahkan file-file konfigurasi

Langkah terakhir adalah memindahkan 4 file konfigurasi client.keyclient.crtca.crt, dan client.ovpn ke dalam folderC:\Program Files\OpenVPN\config
7. Menjalankan OpenVPN GUI

Jika kesemua file konfigurasi sudah dipindahkan, sekarang saatnya untuk menjalankan OpenVPN GUI nya. Di layar Desktop, jalankan shortcut aplikasi OpenVPN GUI. Kemudian klik kanan dan pilih Connect pada gambar OpenVPN GUI yang terletak pada System Tray.
Masukkan Username dan Password yang telah kalian buat sebelumnya di Server. Disini saya isikan usernamenya adalah rizalkarena tadi memang saya menggunakan user bernama rizal.
Jika berhasil, maka warna OpenVPN GUI tersebut akan berubah menjadi hijau seperti ini.

Blogger templates

Blogroll

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by :bagas

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Copyright © ~Teknologi Komputer Jaringan~ -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan